{"id":4743,"date":"2024-11-18T11:05:42","date_gmt":"2024-11-18T02:05:42","guid":{"rendered":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/?p=4743"},"modified":"2024-11-18T11:05:42","modified_gmt":"2024-11-18T02:05:42","slug":"music-nujabes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/music-nujabes\/","title":{"rendered":"Siapa Itu Nujabes? Legenda Lo-fi HipHop: Lagu Ikonik, Karier, dan Samurai Champloo"},"content":{"rendered":"<p>Nujabes (juga dikenal sebagai \u702c\u5834 \u6df3, nama asli: Yamada Jun) adalah produser musik, artis, dan pencipta trek terkenal yang sering disebut sebagai &#8220;Godfather of Lo-fi HipHop&#8221; atau &#8220;Pelopor Jazzy HipHop di Jepang.<br \/>\n<br \/>\nDia juga dikenal sebagai &#8220;pencipta trek Jepang yang paling terkenal di dunia.<br \/>\n<br \/>\nSayangnya, Nujabes meninggal dunia pada Februari 2010 di usia muda 36 tahun akibat kecelakaan lalu lintas.<br \/>\nNamun, musiknya tetap dicintai secara global hingga hari ini.<br \/>\n<br \/>\nMenariknya, nama &#8220;Nujabes&#8221; adalah kebalikan dari nama aslinya, Jun Seba.<\/p>\n<h2>Karakteristik Musik Nujabes<\/h2>\n<p>Keindahan dan kedalaman emosional musiknya adalah ciri khas Nujabes.<br \/>\nDi dunia HipHop, di mana pemrograman digital dan sampling umum digunakan, menciptakan musik yang &#8220;hangat&#8221; adalah tantangan.<br \/>\nNamun, Nujabes berhasil melakukannya dengan bakat luar biasa, menciptakan musik yang menenangkan dan penuh nostalgia.<br \/>\n<br \/> Meski beroperasi dalam genre HipHop, gaya Nujabes yang menekankan melodi yang lembut dan mengesankan sering kali diasosiasikan dengan musik penyembuhan dan New Age.<br \/>\n<br \/> Pada saat itu, produser HipHop biasanya memotong sampel menjadi bagian kecil untuk menciptakan melodi baru.<br \/>\nNamun, Nujabes menggunakan segmen melodi yang lebih besar secara berani.<br \/>\nMisalnya, lagu ikoniknya *Reflection Eternal* menggunakan sampel dari *I Miss You* oleh Noriko Kose, yang melodi aslinya tetap dapat dikenali.<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.\nyoutube.\ncom\/embed\/2wK27xW4OFI?si=fPzxnB4CO1qLK9Nf\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.\nyoutube.\ncom\/embed\/bkr_EG7X_sA?si=tQJSf-AoUgdnGnIn\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe> <br \/> Dilaporkan bahwa Nujabes sering berkata, &#8220;Saya hanya ingin menemukan dua bar terbaik,&#8221; menunjukkan pendekatan teliti terhadap beat, terutama fokusnya pada struktur loop.<br \/>\n<br \/> \u203b Sebagai seseorang dengan pengetahuan musik yang terbatas, bagian ini disusun dari berbagai artikel dan wawancara.<br \/>\n\u203b Gelar kehormatan digunakan atau dihilangkan tergantung pada konteks.<br \/>\nMohon maaf jika ketidakkonsistenan ini mengganggu.<\/p>\n<h2>Karier Nujabes<\/h2>\n<p>Lahir pada 7 Februari 1974 di Tokyo.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 1995, di usia 21 tahun, ia membuka toko rekaman &#8220;Guinness Records&#8221; (awalnya bernama &#8220;Bongo Fury Records&#8221;) di lantai 4 Gedung Takano, distrik Udagawacho di Shibuya.<br \/>\nToko tersebut dikenal menyediakan ruang yang nyaman untuk menikmati musik tanpa atmosfer yang intimidatif seperti yang sering ditemukan di toko rekaman Shibuya saat itu.<br \/>\n<br \/> Nujabes menyebut tokonya sebagai &#8220;pusat informasi&#8221; untuk menciptakan musiknya sendiri, menurut wawancara dengan m-flo, artis yang memiliki hubungan dekat dengannya saat itu.<br \/>\n\u203b1 <br \/> Pada tahun 1998, Nujabes mulai serius memproduksi trek sebagai produser musik.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 1999, ia merilis piringan hitam 12 inci di bawah labelnya sendiri, &#8220;Hyde Out Productions&#8221; (kemudian ditulis sebagai &#8220;Hydeout Productions&#8221;).<br \/>\nUntuk menghindari menonjolkan bahwa itu adalah label Jepang, beberapa orang salah mengira bahwa Nujabes adalah produser luar negeri.<br \/>\nKaryanya yang dirilis hanya dalam format vinil juga membuatnya kurang mudah diakses oleh masyarakat umum.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2001, ia bekerja sama dengan Shing02 untuk merilis *Luv(sic)*.<br \/>\nKolaborasi mereka terjadi setelah Nujabes menghubungi Shing02 melalui email saat Shing02 tinggal di Berkeley.<br \/>\nShing02 menggambarkan kesan pertamanya terhadap Nujabes sebagai &#8220;orang yang agak santai.<br \/>\n&#8221; \u203b3 <br \/> Pada tahun 2002, *Luv(sic) Part 2* dirilis.<br \/>\n<br \/> Pada Agustus 2003, Nujabes merilis album pertamanya, *Metaphorical Music*.<br \/>\nResponnya melebihi harapan, membuat toko rekaman kesulitan memenuhi permintaan tambahan.<br \/>\nAlbum ini juga menarik perhatian yang signifikan dari pendengar wanita, yang jarang terjadi untuk HipHop pada saat itu.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2004, anime *Samurai Champloo* ditayangkan.<br \/>\nNujabes adalah bagian dari tim produksi musik dan menyusun lagu pembuka serta tema penutup.<br \/>\n*Samurai Champloo* awalnya tidak diterima dengan baik di Jepang.<br \/>\nSutradara Shinichiro Watanabe berspekulasi bahwa kombinasi inovatif antara anime dan HipHop mungkin tidak resonan dengan komunitas otaku pada saat itu.<br \/>\n\u203b3 <br \/> Pada tahun yang sama, Nujabes juga memproduksi musik untuk peragaan busana dari merek Comme des Gar\u00e7ons.<br \/>\nMeskipun pengenalan publiknya rendah, reputasinya di kalangan pecinta musik dan komunitas budaya sangat tinggi.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2005, *Samurai Champloo* ditayangkan di Cartoon Network di Amerika Serikat, di mana ia mendapat pujian tinggi, menghasilkan beberapa kali tayangan ulang.<br \/>\nSerial ini juga mendapatkan popularitas di wilayah lain.<br \/>\nPada bulan November, Nujabes merilis album keduanya, *Modal Soul*.<br \/>\nAlbum ini memperkenalkan elemen baru, seperti instrumen live dan pengaruh musik house.<br \/>\n*Luv(sic) Part 3* termasuk dalam album ini dan menjadi sangat populer di Amerika Serikat.<br \/>\n<br \/> Pada saat itu, Nujabes telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu produser terkemuka Jepang, dan tokonya berkembang menjadi beberapa lokasi.<br \/>\n<br \/> Pada Februari 2010, Nujabes meninggal tragis dalam kecelakaan lalu lintas di usia 36 tahun.<br \/>\nPada akhir Juni, toko Guinness Records miliknya juga ditutup, meninggalkan warisan yang tak terlupakan.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2011, *Luv(sic) Part 4*, yang mulai diproduksi Nujabes sebelum kematiannya, dirilis, diikuti oleh album ketiganya, *Spiritual State*.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2012, *Luv(sic) Part 5* dirilis, dan pada tahun 2013, *Luv(sic) Grand Finale\/Part 6* diselesaikan berdasarkan beat yang ditemukan di ponsel Nujabes, berjudul &#8220;Grand Finale.<br \/>\n&#8221; <br \/> Mulai akhir 2010-an, genre *Lo-fi Hip Hop* menjadi populer di platform seperti YouTube, semakin memperluas kesadaran akan Nujabes.<br \/>\n<br \/> Pada tahun 2018, Spotify menempatkan Nujabes di peringkat ketiga artis Jepang yang paling banyak diputar secara internasional.<br \/>\n<br \/> Impian Nujabes untuk mengangkat HipHop ke level yang sama dengan genre musik lainnya bisa dibilang telah terwujud.<br \/>\nKontribusi dan pengaruhnya telah membuka perspektif baru dalam HipHop, menjadikannya lebih dapat diakses dan dicintai oleh khalayak yang lebih luas.<\/p>\n<h2>Lagu Ikonik dan Rekomendasi<\/h2>\n<h5>Seri Luv(sic)<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Y4HWvsGs0rY?si=fBVXyofG2ZyksuyK\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe> \u203bVideo ini menampilkan Part 1. <br \/> Jika Anda baru mengenal Nujabes, seri ini adalah titik awal yang sering direkomendasikan. Perlu dicatat bahwa Part 1\u20133 dan Part 4\u20136 memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mirip seperti trilogi *Star Wars*. Awalnya, seri ini direncanakan selesai di Part 3. Part 4\u20136 diselesaikan setelah kematiannya, berdasarkan karya yang belum selesai. <br \/> Namun, Anda tidak perlu mendengarnya secara berurutan. Mulailah dari bagian yang paling menarik bagi Anda. Secara pribadi, saya sangat menyukai Part 2 dan Part 3. <\/p>\n<h5>Reflection Eternal<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/2wK27xW4OFI?si=fPzxnB4CO1qLK9Nf\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nSalah satu lagu paling populer dari Nujabes.<br \/>\nSeperti disebutkan sebelumnya, lagu ini menggunakan sampel dari I Miss You oleh Noriko Kose.<br \/>\nPopularitas lagu Reflection Eternal juga menarik perhatian lebih pada karya asli Noriko Kose, yang sangat indah.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/bkr_EG7X_sA?si=tQJSf-AoUgdnGnIn\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe> <\/p>\n<h5>Lady Brown<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/R5dphZnPb9A?si=ZXB3TVsbXHuxQTOa\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu ini terdapat di album pertama Nujabes, Metaphorical Music.<br \/>\nLagu ini menggabungkan rap dan melodi dengan cara yang harmonis, menciptakan pengalaman mendengarkan yang nyaman.<br \/>\nLagu ini menggunakan sampel dari The Shade of the Mango Tree oleh Luiz Bonf\u00e1.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PJ4XqEqMM1A?si=lQEpNKBUMtQvsIej\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe> <\/p>\n<h5>Feather<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hQ5x8pHoIPA?si=dkNaapkzgTZNtKDM\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nSalah satu lagu paling populer dari Nujabes di luar seri Luv(sic).<\/p>\n<h5>Perfect Circle<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Uot4Ul5-p-g?si=pDqjwQY8vLCTSpBQ\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu ini memiliki beat yang santai dan terdapat di album Luv(Sic) Hexalogy.<\/p>\n<h5>World\u2019s End Rhapsody<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0XJFSTYryv4?si=qsS5_GMsce500XE7\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu ini memadukan beat, vokal, dan piano dengan harmonis.<br \/>\nDi antara karya Nujabes, lagu ini memiliki kesan yang relatif pop.<\/p>\n<h5>Kumomi<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QTwgW7rKE4I?si=fLQ8Latf7CLFQHdg\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu ini terinspirasi dari kenangan masa kecil Nujabes di Kumomi, Nishiizu.<br \/>\nDikenal karena nada nostalgia dan hangatnya, lagu ini menangkap kenangan indah masa kecil Nujabes bersama keluarganya di Kumomi.<\/p>\n<h2>Samurai Champloo dan Nujabes<\/h2>\n<p> <figure id=\"attachment_4642\" aria-describedby=\"caption-attachment-4642\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/comic-addict.com\/editorial\/jp\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/samrai_champloo.webp\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"540\" class=\"size-full wp-image-4642\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4642\" class=\"wp-caption-text\">Diproduksi oleh Fuji TV, Manglobe, Shimoigusa Champloo&#8217;s<\/figcaption><\/figure><br \/>\nSamurai Champloo adalah serial anime yang ditayangkan dari Mei hingga September 2004.<br \/>\nAnime ini juga memiliki adaptasi manga yang menyajikan episode berbeda dari animenya.<br \/>\nDi sini, kita akan membahas animenya.<br \/>\n<br \/>\nKarya asli: Manglobe<br \/>\nSutradara: Shinichiro Watanabe<br \/>\nMusik: Tsutchie, fat jon, Nujabes, FORCE OF NATURE<br \/>\nJumlah episode: 26<br \/>\n<br \/>\nAnime ini berlatar di dunia di mana samurai membawa pedang, tetapi karakter menggunakan bahasa gaul Jepang modern, rambut pirang, anting-anting, dan bahkan beatboxing, menciptakan suasana yang sengaja anachronistic.<br \/>\nElemen HipHop yang tersebar dalam cerita ini memberikan daya tarik unik, memikat banyak penonton meskipun gaya ceritanya tidak konvensional.<br \/>\n<br \/>\nNujabes berkontribusi pada soundtrack dengan menyusun lagu pembuka Battlecry dan lagu penutup Shiki no Uta.<\/p>\n<h4>Sutradara Shinichiro Watanabe dan Hubungannya dengan Musik<\/h4>\n<p>Shinichiro Watanabe adalah sutradara anime terkenal yang dikenal lewat karya seperti Cowboy Bebop (1998) dan Kids on the Slope (2012).<br \/>\nSebagai penggemar musik, Watanabe mengintegrasikan berbagai genre\u2014jazz, blues, rock, techno\u2014ke dalam Cowboy Bebop, menunjukkan kecintaannya pada musik.<br \/>\nKesuksesan Cowboy Bebop memungkinkannya untuk menggali lebih dalam pendekatan musikalnya dalam proyek berikutnya, termasuk Samurai Champloo, di mana ia bekerja sama dengan Nujabes.<br \/>\n<br \/>\nSelama produksi Samurai Champloo, Watanabe mengatakan dalam wawancara bahwa ia sering menghabiskan akhir pekannya mencari rekaman baru di Shibuya.<br \/>\n\u203b1<br \/>\nIa bertemu dengan Nujabes dalam pencariannya tersebut, meskipun awalnya ia tidak tahu bahwa Nujabes adalah orang Jepang, karena Nujabes jarang diwawancarai.<br \/>\n<br \/>\nKetika Watanabe menawarkan kerja sama kepada Nujabes, dia sempat ragu.<br \/>\nIa kemudian meminta pendapat temannya \u2606Taku Takahashi dari m-flo, yang mendorongnya dengan mengatakan, &#8220;Ini Nabe-shin (julukan Watanabe)! Kamu harus melakukannya.<br \/>\n&#8221; \u203b1<\/p>\n<h4>Perusahaan Produksi Manglobe Sayangnya Telah Bangkrut<\/h4>\n<p> <figure id=\"attachment_4643\" aria-describedby=\"caption-attachment-4643\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/comic-addict.com\/editorial\/jp\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/manglobe-660x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"660\" height=\"1024\" class=\"size-large wp-image-4643\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4643\" class=\"wp-caption-text\">Halaman yang diarsipkan pada 5 September 2015<\/figcaption><\/figure><br \/>\nManglobe, perusahaan produksi animasi di balik Samurai Champloo, menghasilkan serial ini dengan kualitas yang luar biasa, meskipun merupakan proyek debut mereka.<br \/>\nNamun, pada tahun 2015, perusahaan ini menyatakan kebangkrutan.<br \/>\n<br \/>\nSelain Samurai Champloo, Manglobe juga mengadaptasi beberapa manga populer, seperti The World God Only Knows dan Hayate no Gotoku! (Musim ke-3 dan sebuah film).<\/p>\n<h4>Lagu-Lagu Rekomendasi Nujabes dari Samurai Champloo<\/h4>\n<h5>Battlecry<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/fE3tc9-OWA0?si=1EZwaQMYehRjHhYh\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu ini, kolaborasi dengan Shing02, juga dikenal melalui seri Luv(sic).<br \/>\nPembukaan animasi Samurai Champloo yang bergaya berpadu sempurna dengan lagu ini, menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.<\/p>\n<h5>Shiki no Uta<\/h5>\n<p> <iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/c9O3OeA1cy4?si=JmhQWa9Yu-RNmUg4\" title=\"YouTube video player\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nLagu penutup dari Samurai Champloo, dinyanyikan oleh MINMI, adalah lagu yang indah dengan nuansa nostalgia dan sedikit melankolis.<br \/>\n<br \/>\nMenurut blog MINMI, Shiki no Uta awalnya adalah lagu instrumental oleh Nujabes.<br \/>\nMINMI sangat menginginkan lagu tersebut dan menambahkan vokalnya untuk melengkapi lagu ini.<br \/>\n\u203b5<\/p>\n<h2>Referensi<\/h2>\n<p>\u203b1 \u300e\u661f\u91ce\u6e90\u306e\u304a\u3093\u304c\u304f\u3053\u3046\u308d\u3093 nujabes\u300f, 25 Oktober 2024, NHK E\u30c6\u30ec \u203b2 <a href=\"https:\/\/ja.wikipedia.org\/wiki\/Nujabes\" target=\"_blank\">Wikipedia: Nujabes<\/a> \u203b3 <a href=\"https:\/\/www.arban-mag.com\/article\/55056\" target=\"_blank\">\u300eDi Tokyo tahun 90-an: Perjalanan seorang pemuda menjadi hitmaker sebagai Nujabes\u300f<\/a>, 2020, Oleh Hajime Omae \u203b4 <a href=\"https:\/\/note.com\/fugakura\/n\/n1a3729ecc684\" target=\"_blank\">Catatan Pribadi tentang Nujabes<\/a>, Maret 2020, Oleh Fukugara \u203b5 <a href=\"https:\/\/blog.excite.co.jp\/minmiblog\/12332574\/\" target=\"_blank\">Blog MINMI ~Nujabes<\/a>, Maret 2010, MINMI<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nujabes (juga dikenal sebagai \u702c\u5834 \u6df3, nama asli: Yamada Jun) adalah produser musik, artis, dan pencipta trek ter<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4744,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136,137],"tags":[],"class_list":["post-4743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","category-anison"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4743"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4746,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743\/revisions\/4746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/comic-addict.com\/editorial\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}